Senin, 26 Februari 2018

Manager CSR Indocement Kunjungi Desa Binaan di Cilegon



CILEGON - PT Indocement saat ini konsisten melakukan pembinaan di tiga Kelurahan yang ada di Kecamatan Ciwandan.

Ketiga kelurahan tersebut ialah Sanggar Wuni Kreasi di Kelurahan Tegalratu, Program Kampung Iklim (Proklim) Kelurahan Radakari dan Bank Sampah BMS di Kelurahan Kepuh

Ketiga tempat tersebut melakuka program Bank Sampah yang saat ini menjadi rujukan di Kota Cilegon.

Seperti di Sanggr Wuni Kreasi, terdapat empat program yang berjalan. Diantaranya Edukasi, Bank Sampah, Kerajinan dan Kesenian.

Program tersebut berlangsung untuk memerdayakan masyarakat , baik anak-anak, ibu-ibu, remaja dan para pemudamya.

Nur Cholis Founder Sanggar Wuni Kreasi mengatakan, ia ingin membangun kampungnya dengan berbagai kegiatan. Seperti kesenian, ia memanfaatkan anak-anak di lingkungannya untuk terlibat.

"Meminimalisir kenakalan remaja di kampung. Ini sebagai upaya yang kami lakukan. Sanggar sebagai wadahnya" ungkapnya Kamis (22/2/2018).

Sementara itu, Sahat Pangabean, Manager CSR PT Indocement mengatakan, bahwa pihaknya siap untuk membantu mitra-mitra binaan untuk melakukan beragam program di masyarakat.

"Kami bantu apa yang menjadi kebutuhan mitra, karena sistem CSR kami berjenjang dan tak putus" katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dapat berjalan dengan baik dan konsisten untuk menciptakan masyarakat yang dinamis.

"Kami bina agar masyarakat dapat konsisten dalam mengerjakan program. Semangat ini yang kami jaga bersama-sama" tuturnya

Sumber : faktabanten.co.id


MTs Al-Khairiyah Tegal Buntu Belajar Kerajinan Kayu di Sanggar Wuni Kreasi


CILEGON - Madrasah Tsanawiyah Al-Kahiriyah Tegal Buntu dalam mata pelajaran kesenian mengajak siswanya untuk belajar kerajinan kayu palet.

Bertempat di Sanggar Wuni Kreasi, Tegalratu, Ciwandan siswa diajak untuk memanfaaykan limbah kayu tersebut menjadi beragam kerajinan, seperti pigura, baki, talenan dan papan untuk decoupage.

Siswa diberi pemahaman tentang tekhnik pemotongan kayu, pengampelasan kayu, perakitan dan finishing.

Ridwan, guru kesenian MTs Al-Khairiyah Tegal Buntu yang mendampingi mengatakan, mengajak murid-muridnya untuk belajar di luar sekolah. Istilahnya Outing Class.

Ia melihat, dilingkungan sekolahnya ada yang memanfaatkan kayu bekas untuk dibuat beragam kerajinan kayu.

"Murid-murid diajak keluar supaya nggak booring belajar di sekolah. Anak-anak juga yang meminta untuk belajar di luar" katanya saat ditemui disela-sela workshop Jum'at (23/2/2018).

Nasuhi, pengerajin di Sanggar Wuni Kreasi mengatkan, ia merasa senang mendapat kunjungan dari sekolah.

Selain membuat kerajinan ia juga bisa membagi ilmunya kepada siswa yang berkunjung.

"Ini pertama kali, ada kunjungan dari sekolah. Kedepan kami akan promosikan workshop kerajinan kayu untuk outing class" katanya

(*/Cholis).

Sumber : faktabanten.co.id

Jumat, 29 September 2017

Karyawan Krakatau Posco Aktif Mengajar di Kelas Edukasi SWK


CSR Krakatau Posco memporgramkan bagi karyawan untuk aktif terlibat dikegiatan masyarakat. Kegiatan tersebut wajib dilaksanakan oleh karyawan sebagai tanggung jawab sosial. Dalam kesempatan tersebut mereka ikut andil dalam kelas Edukasi di Sanggar Wuni Kreasi yang setiap minggu pagi berkegiatan bersama anak-anak di lingungan Kubangsaron, Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan, Cilegon.

Kegiatan kelas edukasi besama karyawan Krkatau Posco berlangsung selama 2 kali pertemuan. Tanggal 10-24 September 2017. Materi-materi yang dibawakan tentang kreatifitas, pengenalan anggota tubuh yang dikolaborasikan dengan Bhasa Inggris. 

Kak Emma selaku PIC kelas edukasi Krakatau Posco mengungkapkan perasaannya ketika diberri kesempatn untuk mengajar anak-anak di Sanggar Wuni Kreasi "Senang sekali bisa berbagi dengan anak-anak disini, menjadi bagian dari mereka, semoga kita bisa bertemu dilain kesempatan untuk tetap berbagi ya" ungkap Kak Emma disela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama, Faisal selaku PIC Edukasi di SWK menceritakan tentang kegiatan edukasi. "Program Edukasi merupakan salah satu program yang pertama kali di luncurkan. Melibatkan anak-anak di 3 kampung. Cigading, Kubangsaron dan Belungbang yang merupakan kampung di sekitar Sanggar Wuni Kreasi. Anak-anak belajar di Sanggar seminggu sekali."

"Para pengajar di kelas Edukasi SWK berasal dari pemuda-pemudi dan pengurus Risma. Juga melibatkan komunitas-komunitas jejaring SWK." Imbuh Faisal

Ekonomi Kreatif : Kreatifitas Limbah Palet dan Pelepah Pisang


Cilegon - Lingkungan menentukan pola pikir. Demikian ujaran seorang teman saat diskusi tentang Industri.. Bekerja di pabrik menjadi pilihan utama bagi masyarakat di kelurahan Tegalratu, Ciwandan. Namun, kesempatan kesempatan kerja tidak sebanding lurus dengan kebutuhan kerja yang ada.

Melihat hal ini, PT Indocement selaku mitra CSR Sanggar Wuni Kreasi  Menggelar workshop kreatifitas limbah palet dan pelepah pisang. Kegiatan tersebut berlangsung di Kubangsaron, Kelurahan Tgalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, pada 14-16 September 2017.

Kegiatan tersbut dimaksud untuk memanfaatkan limbah kayu palet dan pelepah pisang yang ada disekitar warga untuk dijadikan berbagai kreatifitas. Seperti bingkai, baki, decupage dan beberapa kerajinan lainnya. Hasil kreatifitas tersebut akan dipasarkan. Selain pendapatan ekonomi, hasil tersebut akan menyuplai kebutuhan Sanggar. Sehingga program-program di Sanggar dapat berjalan.

Sahabat Alam dari Citereup Bogor, yang juga mitra binaan PT. Indocemnt menjadi pelatih dalam Workshop ini. Mereka sudah menggeluti kreatifitas kayu dan pelepah pisang hampir 8 tahun. Hari pertama, kami belajar memilah kayu, meyerut dan pemotongan kayu. Hari kedua, membuat bentuk bingkai dan merangkai pelepah pisang. Pemasaran dan penghitungan harga jual menjadi materi dihari terakhir.

Minggu, 03 September 2017

Bank Sampah SWK di Tegalratu Resmi Berjalan


Bank Sampah merupakan salah satu program yang ada di Sanggar Wuni Kreasi selain program Edukasi, Kesenian dan Pelatihan.Untuk mengurangi volume sampah yang tidak terkendali, para pemuda dan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Sanggar Wuni Kreasi menjalankan program Bank Sampah di lingkungan Kubangsaron Rt 04 Rw 02 Tegalratu, Ciwandan Kota Cilegon.

Diinisiasi oleh kelompok tersebut, minggu (03-09-2017) Bank Sampah SWK resmi di mulai. Para peserta Bank Sampah ini masih dari pengurus Sanggar, yang akan berlanjut selama satu bulan. kemudian akan melibatkan warga pada bulan Oktober.

Pada penimbangan pertama, terdapat 10 orang nasabah. Sampah-sampah yang kami ditimbang dikumpulkan kemudian di sortir ialah sampah Anorganik yang ada nilai ekonomis, seperti botol plsatik, gelas plastik, atum, al dsj. Setelah terkumpul dan dibersihkan barulah kami menghubungi para pengepul untuk dijual.
Penyortiran Sampah

“Meskipun banyak kendala,  Bank Sampah  SWK dapat terlaksana dengan baik. Sudah kami evaluasi dan akan kami benahi dalam penimbangan berikutnya” ungkap Ahmad Satibi, selaku manager Bank Sampah SWK.

Nama SWK sendiri diambil dari singkatan Sanggar Wuni Kreasi, diambilah nama Bank Sampah SWK. "Keinginan mengadakan Bank Sampah sebetulnya sudah lama, sempat study banding ke Bank Sampah 26 Warnasari dan Bank Sampah Berkah Lestari Randakari. Pada kesempatan selanjutnya, kami dibantu PT Indocement untuk belajar management Bank Sampah di Citereup Bogor, pada 5-6 Agustus 2017" ungkap Nur Cholis, Ketua Sanggar Wuni.


Rabu, 23 Agustus 2017

Kampanyekan Literasi, Kuda Pustaka Kelilingi Banten


Bulan Agustus 2017 ini menjadi bulan yang special bagi Asep dan Aldo. Selain Hari Kemrdekaan RI ke 72, mereka mengagendakan kampanye literasi  ke kampung-kampung. Mengelilingi 8 kabupaten/kota di Banten.

Asep ialah penggagas Kuda Pustaka Rangkasbitung, sedangkan Aldo ialah nama kuda yang selalu menemani Asep mengampanyekan kegiatan literasi.  Ia memulai perjalnan dari Rangkasbitung menelusuri kampung-kampung. Menuju Kabupaten Tangerang, Kota tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang.

Jum’at, (18/08) Asep Aldo sampai di Cilegon, ditemani oleh Ijal selaku voulenter literasi. Berkunjung ke Rumah Baca 0254 di lingkungan Tegal Cabe, Citangkil. Berdiskusi dengan Adi sang empunya  RB. Sedangkan Aldo yang diparkir di luar dirubungi anak-anak sambil asyik membaca buku-buku bawaan Kuda Pustaka.

Selesai mengunjungi Rumah Baca 0254. Asep Aldo melanjutkan perjalanan ke Sanggar Wuni Kreasi, yang berada di kampung Kubangsaron, Ciwandan, Cilegon. Sesampainya di SWK sebutan Sanggar Wuni Kreasi, mereka dirubungi anak-anak dan menjadi pusat perhatian. Tak luput di perjalanan teriakan merdeka selalu menyapa Asep Aldo. “Merdeka” “Merdeka” kata pengguna jalan lainnya sambil mengangkat kepalan tangan.


Tiba di SWK sore hari, Asep Aldo parkir di makam dekat Sanggar yang penuh rumput. Sambil menikmati makan sorenya Aldo, Asep menggelar tikar dan menurunkan buku-bukunya untuk anak-anak. Setelah beberapa menit kemudian, team SWK menghaturkan untuk rehat dan memarkirkan Aldo di depan Sanggar. Anak-anak berebut mengikuti dari belakang mengikuti langkah Asep Aldo menuju Sanggar.



Malam harinya, sambil ngopi dan makan malam, kami berdiskusi dengan Asep mengenai gerakan literasi di Banten. Kisah-kisah spiritual Asep selama merintis Kuda Pustaka sungguh menarik. Mulai dari ketemu santri di rel kreta, sampai berangkat ke tanah suci. Asep juga menceritakan tentang pertemuannya dengan Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia yang saat itu sedang berada di Serang. Najwa, menemui Asep Aldo di Stadion Ciceri, kemudian berdiskusi mengenai literasi.

Sabtu (19/08) Asep Aldo berniat melanjutkan perjalananya, namun kami tahan, karena besoknya hari minggu, kampung kami akan mengadakan jalan santai dan pawai kreatifitas sepedah anak-anak dalam rangka ulang tahun Indonesia. Asep menyepakati untuk menunda pejalanannya, sambil menulis catataan perjalanan dari hari pertama. Beberapa tamu mengunjungi Asep Aldo di SWK untuk memberikan dukungan dan sharing mengenai kegiatan kuda pustaka.

Asep mengajari anak-anak di SWK bermain karinding celempung, musik khas sunda, yang alatnya ia bawa. Namanya Operot, remaja kelas 3 SMP yang selalu menemani Asep bermain Karinding. Sesekali gelak tawa mereka pecah kala ekspresi Operot yang berbadan besar dan hitam melakukan ekspreasi-ekspresi lucu. “Aldooooo” suara Asep memanggil Operot, terdengar suara Operot “bbbbbrrrrr” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menirukan suara dan gerakan Aldo
Asep sedang mengajari anak-anak SWK bermain Karinding Celempung

Operot
.

Minggu (20/08), Asep sibuk mempersiapkan Aldo untuk ikut jalan santai. Waktu menunjukan jam 07.00. Warga sudah ramai menunggu acara dimulai dan terheran-heran melihat kuda ikut acara jalan santai. Aldo berada dibarisan paling depan, sepeda dan warga berada di belakang Aldo. Tak luput anak-anak berebut minta ikut naik Aldo. Sambil berjalan, tak lupa menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan. Perjalanan +/- 1 km menuju lapangan terbuka hijau yang berada di kampung sebelah. Setiap perjalanan, Aldo disapa warga dan memotretnya. Selesai jalan santai, Aldo kembali ke SWK sedangkan warga mengikuti acara pembagian doorprize.




Rencananya Asep Aldo kembali melanjutkan perjalanan hari ini. Asep Aldo beristriahat di SWK persiapan untuk nanti malam berangkat. Sambil berbincang dengan Ijal, Eha (voulenter literasi) dan Operot maskot SWK kami sesekali bermain karinding, dengan lagu-lagu modern. Seperti Talak Tilu, Eta Terangkanlah, dan lagu-lagu mellow, diiringi dengan gelak tawa oleh tingkahnya Operot.


Selepas Magrib, Asep Aldo mulai membereskan kemasannya yang sudah disiapkan, sambil memasangkan perangkat delman ke Aldo. Malam itu, mereka berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Anyer. Tepat jam 20.00 mereka berjalan. 

Rabu, 09 Agustus 2017

KNPI menggandeng PT. KPSE / PTKP untuk Sosialisasi Tentang Kiat-kiat Memasuki Dunia Kerja



SWK - KNPI kecamatan Ciwandan mengandeng KPSE dan Krakatau Posco.
Acara tersebut berlangsung Rabu (9/8). Bertempat di Sanggar Wuni Kreasi, lingkungan Kubangsaron Rt 04 Rw 02 Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon.

Ketua KNPI, Arisa,  mengatakan "Saya ucapkan terimakasih banyak kepada KPSE Krakatau Posco yang telah bersinergi dengan kami terkait kiat-kiat masuk Test tenaga kerja. Kedepan, diharapkan  masyarakat semakin bisa meningkatkan kemampuan dirinya dan siap berkompetisi  dalam mengikuti proses rekrutment tenaga kerja" ungkap Arisa

Direktur KPSE Dewi Handayani menyampaikan kegembiraannya ketika ada organisasi kepemudaan yang mengajak kerjasama berbagi pengetahuan tentang kiat sukses memasuki dunia kerja. "Terimakasih kepada KNPI / organisasi  pemuda sudah mau bersinergi dalam menambah wawasan / pengetahuan , semoga dengan kegiatan ini SDM lokal mampu menyiapkan diri dan berkompetisi memasuki dunia kerja." ungkap Dewi Handayani

Kamis, 03 Agustus 2017

Romadhon di Sanggar Wuni Kreasi


Unutk mengisi libur sekolah di bulan ramadhan, Sanggar Wuni Kreasi bekerjassama dengan perpustakaan keliling Rumah Zakat mengadakan berbagai kegiatan. Diantaranya; dongeng, menggambar, bermain puzzzle dan bermain permainan tradisional. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Senin 12 Juni 2017 di SWK Kubangsaron, Tegalratu, Ciwandan Kota Cilegon.

Kurang lebih 50 anak dari kampung Cigading, Kubangsaron dan Belungbang hadir memeriahkan acara. Dimulai melalui dingeng oleh Kak Nisa dari Rumah Zakat. Setelah itu, anak-anak di bagi kedalam 3 kelompok. Kelomok pertama, anak-anak S dari  Paud sampai kelas 1 SD untuk mewarnai. Kelompok kedua, kelas 2-4 bermain puzzle. Kelompok ketiga kelas 5-6 bermain lumbung.

Acara tersebut berlangsung dari jam 08.00 hingga jam 11.00. Dari sekian kegiatan dipilih yang terbaik untuk diberikan hadiah dar Rumah Zakat.

Menjadi Seorang Kreator


Yang kami sebut kreator adalah seorang yang memiliki kreatifitas di Sanggar Wuni Kreasi untuk memabngun kreatifitas-kreatifitas dan menularkannya. Di SWK sebutan Sanggar Wuni Kreasi terdapat 2 orang kreator. Yaitu Nasuhi dan Fuadi, 2 orang ini yang mengembangkan nilai kreasi di SWK.

Yang pertama dilakukan ialah melukis tembok-tembok di sekeliling sanggar dengan varian cat warna-warni yang khas. Terlihat menarik dan kratif.

Nasuhi ((40) ialah mantan buruh pabrik yang sekarang sedang mengembangkan lukis sketsa pensil. Ahmad Fuadi (35) ialah seorang buruh, kreatifitasnya dituangkan kedalam bentuk-bentuk bangunan. kedua kreator di Sanggar ini akan mengembangkan berbagai kreatifitas, seperti lukis dari pelepah pisang, kursi drum, lampion dll.

Selanjutnya, kami akan meliput megnenai 2 orang krator ini di artikel selanjutnya.

Berani Kotor itu Baik


Bermain di sawah menjadi kegiatan seha-hari di kampung Kunbangsaron, Tegalratu, Ciwandan Kota Cilegon. Mereka biasanya bermain sore hari setelah sekolah sore (sekolah agama). Meskipun kampung kami dekat dengan industri, ada beberapa sawah yang masih asri dan tempat bermain. banyak permianan yang mereka lakukan.

Bermain sepak bola, layang-layang, berenang di kali, dan mancing menjadi kegiatan rutin. Biasanya pasca panen namun masih ada hujan. Waktu-waktu seperti inilah yang dinikmati anak-anak untuk bebeas bermain.