Rabu, 23 Agustus 2017

Kampanyekan Literasi, Kuda Pustaka Kelilingi Banten


Bulan Agustus 2017 ini menjadi bulan yang special bagi Asep dan Aldo. Selain Hari Kemrdekaan RI ke 72, mereka mengagendakan kampanye literasi  ke kampung-kampung. Mengelilingi 8 kabupaten/kota di Banten.

Asep ialah penggagas Kuda Pustaka Rangkasbitung, sedangkan Aldo ialah nama kuda yang selalu menemani Asep mengampanyekan kegiatan literasi.  Ia memulai perjalnan dari Rangkasbitung menelusuri kampung-kampung. Menuju Kabupaten Tangerang, Kota tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang.

Jum’at, (18/08) Asep Aldo sampai di Cilegon, ditemani oleh Ijal selaku voulenter literasi. Berkunjung ke Rumah Baca 0254 di lingkungan Tegal Cabe, Citangkil. Berdiskusi dengan Adi sang empunya  RB. Sedangkan Aldo yang diparkir di luar dirubungi anak-anak sambil asyik membaca buku-buku bawaan Kuda Pustaka.

Selesai mengunjungi Rumah Baca 0254. Asep Aldo melanjutkan perjalanan ke Sanggar Wuni Kreasi, yang berada di kampung Kubangsaron, Ciwandan, Cilegon. Sesampainya di SWK sebutan Sanggar Wuni Kreasi, mereka dirubungi anak-anak dan menjadi pusat perhatian. Tak luput di perjalanan teriakan merdeka selalu menyapa Asep Aldo. “Merdeka” “Merdeka” kata pengguna jalan lainnya sambil mengangkat kepalan tangan.


Tiba di SWK sore hari, Asep Aldo parkir di makam dekat Sanggar yang penuh rumput. Sambil menikmati makan sorenya Aldo, Asep menggelar tikar dan menurunkan buku-bukunya untuk anak-anak. Setelah beberapa menit kemudian, team SWK menghaturkan untuk rehat dan memarkirkan Aldo di depan Sanggar. Anak-anak berebut mengikuti dari belakang mengikuti langkah Asep Aldo menuju Sanggar.



Malam harinya, sambil ngopi dan makan malam, kami berdiskusi dengan Asep mengenai gerakan literasi di Banten. Kisah-kisah spiritual Asep selama merintis Kuda Pustaka sungguh menarik. Mulai dari ketemu santri di rel kreta, sampai berangkat ke tanah suci. Asep juga menceritakan tentang pertemuannya dengan Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia yang saat itu sedang berada di Serang. Najwa, menemui Asep Aldo di Stadion Ciceri, kemudian berdiskusi mengenai literasi.

Sabtu (19/08) Asep Aldo berniat melanjutkan perjalananya, namun kami tahan, karena besoknya hari minggu, kampung kami akan mengadakan jalan santai dan pawai kreatifitas sepedah anak-anak dalam rangka ulang tahun Indonesia. Asep menyepakati untuk menunda pejalanannya, sambil menulis catataan perjalanan dari hari pertama. Beberapa tamu mengunjungi Asep Aldo di SWK untuk memberikan dukungan dan sharing mengenai kegiatan kuda pustaka.

Asep mengajari anak-anak di SWK bermain karinding celempung, musik khas sunda, yang alatnya ia bawa. Namanya Operot, remaja kelas 3 SMP yang selalu menemani Asep bermain Karinding. Sesekali gelak tawa mereka pecah kala ekspresi Operot yang berbadan besar dan hitam melakukan ekspreasi-ekspresi lucu. “Aldooooo” suara Asep memanggil Operot, terdengar suara Operot “bbbbbrrrrr” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menirukan suara dan gerakan Aldo
Asep sedang mengajari anak-anak SWK bermain Karinding Celempung

Operot
.

Minggu (20/08), Asep sibuk mempersiapkan Aldo untuk ikut jalan santai. Waktu menunjukan jam 07.00. Warga sudah ramai menunggu acara dimulai dan terheran-heran melihat kuda ikut acara jalan santai. Aldo berada dibarisan paling depan, sepeda dan warga berada di belakang Aldo. Tak luput anak-anak berebut minta ikut naik Aldo. Sambil berjalan, tak lupa menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan. Perjalanan +/- 1 km menuju lapangan terbuka hijau yang berada di kampung sebelah. Setiap perjalanan, Aldo disapa warga dan memotretnya. Selesai jalan santai, Aldo kembali ke SWK sedangkan warga mengikuti acara pembagian doorprize.




Rencananya Asep Aldo kembali melanjutkan perjalanan hari ini. Asep Aldo beristriahat di SWK persiapan untuk nanti malam berangkat. Sambil berbincang dengan Ijal, Eha (voulenter literasi) dan Operot maskot SWK kami sesekali bermain karinding, dengan lagu-lagu modern. Seperti Talak Tilu, Eta Terangkanlah, dan lagu-lagu mellow, diiringi dengan gelak tawa oleh tingkahnya Operot.


Selepas Magrib, Asep Aldo mulai membereskan kemasannya yang sudah disiapkan, sambil memasangkan perangkat delman ke Aldo. Malam itu, mereka berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Anyer. Tepat jam 20.00 mereka berjalan. 

Related Posts

Kampanyekan Literasi, Kuda Pustaka Kelilingi Banten
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.