Bulan Agustus 2017 ini menjadi bulan yang special bagi Asep
dan Aldo. Selain Hari Kemrdekaan RI ke 72, mereka mengagendakan kampanye
literasi ke kampung-kampung.
Mengelilingi 8 kabupaten/kota di Banten.
Asep ialah penggagas Kuda Pustaka Rangkasbitung, sedangkan
Aldo ialah nama kuda yang selalu menemani Asep mengampanyekan kegiatan
literasi. Ia memulai perjalnan dari
Rangkasbitung menelusuri kampung-kampung. Menuju Kabupaten Tangerang, Kota tangerang
Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten
Pandeglang.
Jum’at, (18/08) Asep Aldo sampai di Cilegon, ditemani oleh
Ijal selaku voulenter literasi. Berkunjung ke Rumah Baca 0254 di lingkungan
Tegal Cabe, Citangkil. Berdiskusi dengan Adi sang empunya RB. Sedangkan Aldo yang diparkir di luar dirubungi
anak-anak sambil asyik membaca buku-buku bawaan Kuda Pustaka.
Selesai mengunjungi Rumah Baca 0254. Asep Aldo melanjutkan
perjalanan ke Sanggar Wuni Kreasi, yang berada di kampung Kubangsaron,
Ciwandan, Cilegon. Sesampainya di SWK sebutan Sanggar Wuni Kreasi, mereka
dirubungi anak-anak dan menjadi pusat perhatian. Tak luput di perjalanan
teriakan merdeka selalu menyapa Asep Aldo. “Merdeka” “Merdeka” kata pengguna
jalan lainnya sambil mengangkat kepalan tangan.
Tiba di SWK sore hari, Asep Aldo parkir di makam dekat
Sanggar yang penuh rumput. Sambil menikmati makan sorenya Aldo, Asep menggelar
tikar dan menurunkan buku-bukunya untuk anak-anak. Setelah beberapa menit
kemudian, team SWK menghaturkan untuk rehat dan memarkirkan Aldo di depan
Sanggar. Anak-anak berebut mengikuti dari belakang mengikuti langkah Asep Aldo
menuju Sanggar.
Malam harinya, sambil ngopi dan makan malam, kami berdiskusi
dengan Asep mengenai gerakan literasi di Banten. Kisah-kisah spiritual Asep
selama merintis Kuda Pustaka sungguh menarik. Mulai dari ketemu santri di rel
kreta, sampai berangkat ke tanah suci. Asep juga menceritakan tentang
pertemuannya dengan Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia yang saat itu sedang
berada di Serang. Najwa, menemui Asep Aldo di Stadion Ciceri, kemudian
berdiskusi mengenai literasi.
Sabtu (19/08) Asep Aldo berniat melanjutkan perjalananya, namun
kami tahan, karena besoknya hari minggu, kampung kami akan mengadakan jalan
santai dan pawai kreatifitas sepedah anak-anak dalam rangka ulang tahun
Indonesia. Asep menyepakati untuk menunda pejalanannya, sambil menulis catataan
perjalanan dari hari pertama. Beberapa tamu mengunjungi Asep Aldo di SWK untuk
memberikan dukungan dan sharing mengenai kegiatan kuda pustaka.
Asep mengajari anak-anak di SWK bermain karinding celempung, musik
khas sunda, yang alatnya ia bawa. Namanya Operot, remaja kelas 3 SMP yang
selalu menemani Asep bermain Karinding. Sesekali gelak tawa mereka pecah kala
ekspresi Operot yang berbadan besar dan hitam melakukan ekspreasi-ekspresi
lucu. “Aldooooo” suara Asep memanggil Operot, terdengar suara Operot
“bbbbbrrrrr” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menirukan suara dan gerakan
Aldo
Asep sedang mengajari anak-anak SWK bermain Karinding Celempung
Operot
.
Minggu (20/08), Asep sibuk mempersiapkan Aldo untuk ikut
jalan santai. Waktu menunjukan jam 07.00. Warga sudah ramai menunggu acara
dimulai dan terheran-heran melihat kuda ikut acara jalan santai. Aldo berada
dibarisan paling depan, sepeda dan warga berada di belakang Aldo. Tak luput
anak-anak berebut minta ikut naik Aldo. Sambil berjalan, tak lupa menyanyikan
lagu-lagu kemerdekaan. Perjalanan +/- 1 km menuju lapangan terbuka hijau yang
berada di kampung sebelah. Setiap perjalanan, Aldo disapa warga dan
memotretnya. Selesai jalan santai, Aldo kembali ke SWK sedangkan warga
mengikuti acara pembagian doorprize.
Rencananya Asep Aldo kembali melanjutkan perjalanan hari ini.
Asep Aldo beristriahat di SWK persiapan untuk nanti malam berangkat. Sambil
berbincang dengan Ijal, Eha (voulenter literasi) dan Operot maskot SWK kami
sesekali bermain karinding, dengan lagu-lagu modern. Seperti Talak Tilu, Eta
Terangkanlah, dan lagu-lagu mellow, diiringi dengan gelak tawa oleh tingkahnya
Operot.
Selepas Magrib, Asep Aldo mulai membereskan kemasannya yang
sudah disiapkan, sambil memasangkan perangkat delman ke Aldo. Malam itu, mereka
berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Anyer. Tepat jam 20.00 mereka
berjalan.
Kampanyekan Literasi, Kuda Pustaka Kelilingi Banten
4/
5
Oleh
Cholis








